Al-Aqsa & Keraguan

AlAqsa

 

[1]

Adakah kita benar-benar merasakan Masjid Al-Aqsa itu milik kita?
Adakah kita benar-benar mencintai Masjid Al-Aqsa?
Adakah kita benar-benar merasakan bahawa Masjid Al-Aqsa itu penting?

Jika kita masih lagi ada keraguan mengenainya jauh disudut hati,
Walaupun hanya sebesar zarah,
Marilah kita duduk sebentar dan bermuhasabah mengenainya…

[2]

Kenapa tak boleh ragu?
Ragu adalah cara untuk mencapai keyakinan.
Tanpa ragu, itu bukan keyakinan tapi satu pendoktrinan.

[3]

Persoalan yang ditimbulkan menjadi bukti bahawa keraguan itu diakui kewujudannya,
Dan digunapakai sebagai salah satu metod mencapai keyakinan.
Bukankah seruannya adalah menghapuskan keraguan melalui muhasabah?
Bukan pendoktrinan tanpa hujah.

[4]

Keraguan, bukan untuk selamanya.
Perlu berusaha ke arah memahami kebenarannya.
Namun, jika keraguan itu dibiarkan sahaja,
Tanpa berusaha ke arah kebenaran,
Itu adalah sikap mereka yang tertipu.

Keraguan perlu dihadapi dengan ilmu bagi memahami kebenaran sehingga mencapai keyakinan.
Jika kebenaran telah di depan mata,
Namun masih tidak berusaha memahami dan meyakininya,
Itu adalah tanda keangkuhan.

[5]

Allahu a’lam

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s